Jumat, 07 September 2018

MAKALAH PENCIPTAAN LINGKUNGAN KELAS


BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Dalam menciptakan lingkungan kelas yang produktif, kita harus dapat menciptakan ruang kelas yang nyaman agar para siswa dapat mengikuti pelajaran dengan tenang. Guru yang efektif akan mengkomunikasikan kepedulian dan hormat kepada siswa melalui hal-hal yang mereka lakukan setiap hari. Tetapi yang lebih penting, guru mengkomunikasikan kepedulian dan respek dengan persiapan mengajar yang baik.
Sebagai guru yang efektif, juga terdapat batasan yang masuk akal dan arahan bagi perilaku siswa, dan batas tesebut diterapkan secara konsisten untuk membantu siswa bertindak sesuai aturan dan petunjuk. Guru juga harus dapat mengkomunikasikan sebuah perasaan yang membuat mereka sadar apa yang mereka lakukan, entah itu melalui kata-kata maupun perbuatan.
Pada akhirnya, siswa harus diberikan rasa kebersamaan antara anggota kelas yang mempunyai tujuan yang sama, dan harus saling menghormati dan mendukung usaha yang lain, dan percaya bahwa semua orang memberikan kontribusi penting pada pembelajaran kelas, baik itu dari seorang guru, peserta didik, maupun orang tua.

B.       Rumusan masalah
1.         Apa pengertian penciptaan lingkungan kelas ?
2.         Bagaimana cara menciptakan lingkungan kelas yang kondusif ?
3.         Apakah tujuan penciptaan lingkungan kelas yang produktif ?
4.         Apa saja ruang lingkup penciptaan lingkungan kelas yang produktif ?
5.         Bagaimana ke-efektivitasan untuk lingkungan kelas yang produktif ?
6.         Bagaimana pendidikan islam yang efektif ?
C.      Tujuan masalah
1.         Untuk mengetahui pengertian penciptaan lingkungan kelas.
2.         Untuk mengetahui cara menciptakan lingkungan kelas yang kondusif.
3.         Untuk mengetahui tujuan penciptaan lingkungan kelas yang produktif.
4.         Untuk mengetahui ruang lingkup penciptaan lingkungan kelas yang produktif.
5.         Untuk mengetahui ke-efektivitasan untuk lingkungan kelas yang produktif.
6.         Untuk mengetahui pendidikan islam yang efektif.
  
BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian penciptaan lingkungan kelas
Menurut Syaiful Bahfri Djamah keadaan lingkungan kelas adalahketerampilan seorang guru dalam menciptakan dan memelihara kondisi sebuah lingkungan belajaryang optimal. Kegiatan-kegiata untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimalbagi terjadinya proses interaksi edukatif. Yang dimaksud dalam halini misalnya penghentian tingkah laku anak yang menyeleweng, perhatian ganjaran bagi ketepatan waktupenyelesaian kerja siswa, atau penetapan norma kelompokproduktif.[1]
Penciptaan lingkungan kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. Sedikitnya terdapat tujuh hal yang harus diperhatikan untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan yaitu ruang belajar, pengaturan sarana belajar, susunan tempat duduk, penerangan, suhu, pemanasan sebelum masuk materi yang akan dipelajari, dan bina suasana dalam belajar.[2]
Berdasarkan beberapa defenisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan tenang.Guru juga harus dapat mengendalikan kelas apabila terjadi gangguan-gangguan yang dapat mengganggu ketenangan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Pengelolaan kelas yang produktif adalah pengelolaan lingkungan kelas yang dimana mahasiswanya selalu terlibat dalam aktivitas belajar yang aktif dan perilaku mereka tidak mengganggu tercapainya tujuan pengajaran.
  
B.       Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar
1.    Mengatur kelas
Mengatur kelas dimulai sebelum hari pertama sekolah. Ada beberapa strategi yang dapat membantu:
a.    Mengatur perabotan yang mungkin mendorong interaksi siswa
b.    Meminimalkan kemungkinan distraksi (pengalihan perhatian)
c.    Mengatur kelas sedemikian rupa agar kita mudah berinteraksi dengan siswa
2.    Membangun dan mempertahankan hubungan guru-siswa yang produktif
Di sebuah kelas dibutuhkan keterjalinan antara guru dan siswa yang mungkin terwujud dalam berbagai cara. Misalnya, siswa mungkin mencari persetujuan kita untuk sesuatu yang telah mereka lakukan dengan baik. Sedangkan siswa lain mungkin berperilaku tidak patut untuk mendapatkan perhatian kita.
3.    Menciptakan iklim psikologis yang efektif
Berikut beberapa strategi untuk menciptakan lingkungan iklim psikologis yang efektif:
a.    Tunjukan bahwa tugas sekolah dan pokok bahasan itu berharga
b.    Berilah siswa kesempatan untuk mengendalikan aktivitas-aktivitas kelas
c.    Minimalkan persaingan di antara para siswa
d.   Tingkatkan rasa kebersamaan dan keterjalinan
4.    Memodifikasi strategi pengajaran
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ketika siswa berperilaku tidak patut, para guru pemula sering terlalu fokus pada kesalahan siswa. Sebaliknya, guru yang berpengalaman lebih cenderung berpikir tentang apa yang dapat mereka lakukan secara berbeda untuk membuat siswa tetap belajar, dan mereka memodifikasi pengajaran.

C.      Tujuan penciptaan lingkungan kelas yang produktif
Menurut Nurhasnawati tujuan penciptaan lingkunga kelas yang produktif yaitu:
1.    Mendorong siswa untuk mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya.
2.    Membantu siswa agar mengerti tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas.
3.    Menimbulkan rasa berkewajiban melibatkan diri sendiri diri.[3]
Selanjutnya Suharsimi Arikunto berpendapat bahwa tujuan penciptaan lingkungan kelas yang produktif adalah agar setiap siswa dikelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengejaran secara efektif dan efisien. Indikator kelas yang tertib adalah sebagi berikut:[4]
1.      Setiap anak terus bekerja, tidak macet, artinya tidak ada anak yang terhenti karena tidak tahu akan tugasnya.
2.      Setiap anak harus melakukan pekerjaan tanpa membuang waktu, artinya setiap anak akan bekerja secepatnya agar lekas menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya.
D.      Ruang lingkup penciptaan kelas yang produktif
1.      Pengelolaan tata lingkungan fisik kelas
Salah satu faktor yang penting dalam belajar adalah lingkungan.Guru harus menciptakan lingkunagan kelas yang membatuperkembangan pendidikan subjek didiknya (siswa). Lingkungan fisikkelas harus bersih dan sehat.Kelas sedapat mungkin harus merupakansuatu tempat yang indah dan menyenangkan.
2.      Pengelolaan dan penegakan disiplin kelas
Pengelolaan disiplin dimaksud sebagai upaya untuk mengatur atau mengontrol perilaku siswa untuk mencapai tujuan pendidikan karena ada perilaku yang harus dicegah atau dilarang atau sebaliknya harus dilakukan.
  
3.      Pengelolaan perilaku siswa
Perilaku siswa merupakan masalah karena terkait erat dengan efektif belajar dari kedua siswa dan persfektif guru.Ketika ruang kelas yang bebas dari gangguan, siswa dapat menggunakan waktu untuk kegiatan belajar dikelas.Perilaku satu siswa yang menganggu dapat mengalihkan siswa lainnya dari pembelajaran.Perilaku yang tidak pantas harus ditangani dengan segera untuk mencegah perilaku tersebut terus berkembang dan menyebar.Pengabaian yang berlangsung lama menyulitkan bagi para siswa untuk belajar dan menyelesaiakan tugas.

E.       Efektifitas belajar untuk lingkungan kelas yang produktuf
1.    Pengertian pembelajaran
Pembelajaran adalah usaha untuk membuat peserta didik belajar atau kegiatan untuk membelajarkan peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran merupakan upaya menciptakan kondisi belajar agar terjadi kegiatan belajar. Dalam UU. No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 1 ayat 20, pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
Menurut Rusman pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri atas berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.[5] Pembelajaran merupakan kegiatan melaksanakan kurikulum suatu lembaga pendidikan guna untuk mempengaruhi peserta didik agar mereka dapatmencapai tujuan dan standar kompetensi yang telah ditetapkan dalamkurikulum.[6]
Sedangkan menurut Mulyasa pembelajaran pada hakikatnya adalahproses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. Dalam interaksi tersebut banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal yang datang dari dalam diri individu, maupun faktor eksternal yang datangnya dari lingkungan.Dalam kondisi pembelajaran, tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku peserta didik.
Wina Sanjaya berpendapat bahwapembelajaran ditunjukkan oleh beberapa ciri sebagai berikut:
a.    Pembelajaran adalah proses berfikir
Belajar adalah proses berfikir. Belajar berfikir menekankan kepada proses mencari dan menemukan pengetahuan melalui interaksi antara individu dengan lingkungannya.
b.    Proses pembelajaran adalah memanfaatkan potensi otak
Pembelajaran berfikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal.Menurut beberapa ahli otak manusia terdiri dari dua bagian, yaituotak kanan dan otak kiri.Masing-masing fungsi belahan otak memiliki spesialisasi dalam kelampuan-kemampuan tertentu. Dengan demikian, pembelajaran mestinyamengembangkan kemampuan yang berhubungan dengan fungsi otak.
c.    Pembelajaran berlangsung sepanjang hayat
Belajar adalah proses terus menerus yang tidak pernah berhenti dan tidak terbatas pada dinding kelas. Hal ini berdasarkan pada asumsi bahwa sepanjang kehidupannya manusia akan selalu dihadapkan pada masalah atau tujuan yang ingin dicapainya. Atas dasar itulah sekolahharus berperan sebagai wahana untuk memberikan latihan bagaimana cara belajar. Melalui kemampuan bagaimana belajar, siswa akan dapat belajar memecahkan setiap rintangan yang dihadapi sampai akhir hayatnya.[7]
Dari uaraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah interaksi antara siswa dengan linkungannya dimana di dalam interaksi tersebut siswa memanfaatkan potesi otak untuk mngubah dirinya ke rah yang lebih baik.

2.    Prinsip-Prinsip Pembelajaran
Proses pembelajaran dalam pendidikan agama Islam selalu memperhatikan perbedaan individiupeserta didik serta menghormati harkat, martabat, dan kebebasan berfikir mengeluarkan pendapat dan menetapkan pendiriannya, sehingga bagi peserta didik belajar merupakan hal yang meenyenangkan dan sekaligus mendorong kepribadiannya berkembang secara optimal. Oleh karena itu, pembelajaran harus memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran sebagai berikut:[8]
a.       Berpusat pada peserta didik
b.      Belajar dengan melakukan
c.       Mengembangkan kemampuan social
d.      Mengembankan keingintahuan
e.       Mengembankan kreatifitas peserta didik
f.       Menumbuhkan kesadaran sebagai warga Negara yang baik
g.      Belajar sepanjang hayat
h.      Keterpaduan kompetensi, kerjasama dan solidaritas
i.        Belajar melalui pembiasaan
3.    Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran
a.    Faktor guru
Guru adalah komponen yang sangat menentukan dalam prosesPembelajaran. Guru dalam mendidik seharusnya tidak hanya mengutamakanpengetahuan dan perkembangan intelektual saja, tetapi juga harusmemperhatikan perkembangan seluruh pribadi peserta didik, baikjasmani, rohani, sosial maupun yang lainnya yang sesuai dengan hakikatpendidikan.[9]
b.    Faktor siswa
Siswa merupakan “raw material” (bahan mentah) dalam proses tranformasi dalam pendidikan, dan yang berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya. Perkembangan anak adalah perkembangan seluru aspek kepribadiannya, akan tetapi tempo dan irama pekembangan masing-masing anak pada setiap aspek tidak sama. Proses pembelajaran dapat dipengaruhi oleh perkembangan anak yang tidaksama itu, di samping karakteristik lain yang melekat pada diri anak.
c.    Faktor sarana prasarana
Sarana adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsungterhadap kelancaran proses pembelajaran, misalnya media pembelajaran,alat-alat pembelajaran, perlengkapan sekolah, dan lain sebagainya.Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang secara tidak langsungdapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran, misalnyajalanmenuju sekolah, penerangan sekolah, kamar kecil dan lainsebagainya.
Kelengkapan saran dan prasaran akan membantu guru dalam penyelenggaraan proses pembelajaran, dengandemikian, saran dan prasasrana merupakan komponen penting yang dapat mempengaruh proses pembelajaran.[10]
d.   Faktor lingkungan
Dilihat dari dimensi lingkungan ada dua faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran, yaitu organisasi kelas dan iklim social-psikologis.Factor organisasai kelas yang di dalamnya meliputi jumlah siswa dalam satu kelas merupakan aspek penting yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. Organisasikelas yang terlalu besar akan kurang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.

F.   Efektifitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Efektifitaspembelajaran Pendidikan Agama Islam diukur melalui indikatorsebagai berikut:
1.        Siswa memahami dan menguasai materi pembelajaran yang diberikan oleh guru.
2.        Siswa memperhatikan penjelasan guru selama proses pembelajaran.
3.        Siswa bertanya kepada guru mengenai pelajaran yang tidak dipahami.
4.        Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru yang berkaitandengan materi pembelajaran.
5.        Siswa memberikan pendapatnya tentang materi pembelajara.
6.        Siswa tidak bermain selama proses pembelajaran berlangsun.
7.        Siswa tidak menggangu temannya selama proses pembelajara berlangsung.
8.        Siswa mengulang kembali pelajaran yang diberikan oleh guru dirumah.
9.        Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru tepat waktu.
10.    Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dengan baik.[11] 

BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Keterampilan guru sangat diperlukan untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. Dengan begitu, seorang guru ataupun calon guru harus mengetahui bagaiman cara menciptakan lingkungan kelas yang produktif, antara lain: harus mengetahui cara mengatur kelas, mempertahankan hubungan antara guru dan siswa, dan memodofikasi strategi pembelajaran.
Terdapat beberapa tujuan dari menciptakan lingkunga kelas yang produktif, antara lain; membentuk tingkah laku siswa menjadi lebih baik. Dari beberapa tujuan tersebut, maka kita harus mengetahui ruang lingkup lingkungan kelas yang produktif yang antara lain penegakan kedisiplinan, pengelolaan perilaku siswa, dan pengelolaan lingkungan fisik kelas. 
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ke-efektivitasan dalam menciptakan lingkungan kelas yang produktif, yaitu: faktor guru, faktor siswa, faktor lingkungan, dan juga faktor sarana-prasarana. Beberapa prinsip-prinsip pembelajaran, yaitu: Berpusat pada peserta didik Belajar dengan melakukan mengembangkan kemampuan social
B.       Kritik dan saran
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari teman-teman khususnya dari dosen pengampu untuk perbaikan makalah kami yang selanjutnya.








DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,  Suharsimi. 2000.  Pengelolaan Kelas dan Siswa. Jakarta: Rajawali Pers.
Majid, Abdul. 2012. Perencanaan Pembelajaran. Bandung,: PT Remaja Rosda Karya.
Nurhasnawati. 2011.  Media Pembelajaran. Pekanbaru: Yayasan Pustaka Riau.
Ramayulis. 2008. Metodologi Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Kalam Mulia.
Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran. Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada.
Sanjaya, Wina. 2009. Kurikulum dan PembelajaranJakarta: Kencana Prenada Media
Sanjaya, Wina. 2010. Perencanaandan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta:Kencana.


[1]Syaiful Bahfri Djamah, Guru Dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta: Rineka Cipta,2000) hal. 145
[2]Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran, (Bandung,: PT Remaja Rosda Karya,2012), hal. 165
[3]Nurhasnawati,Strategi Pengajaran Micro, (Pekanbaru: Suska Press,2002) h. 31
[4]Suharsimi Arikunto,  Pengelolaan Kelas dan Siswa, (Jakarta: Rajawali Pers, 2000), hal. 69
[5] Rusman, Model-Model Pembelajaran, (Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada,2011), hal. 1
[6]Nurhasnawati,Media Pembelajaran,( Pekanbaru: Yayasan Pustaka Riau,2011),hal. 4
[7] Wina Sanjaya,  Kurikulum dan Pembelajaran, ( Jakarta: Kencana Prenada MediaGroup, 2009), hal.219-222
[8]Ramayulis , Metodologi Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2008),hal. 95-103
[9] Soetjipto dan Faflis Kosasi, Profesi Keguruan, (Jakarta : PT. Rineka Cipta , 2009), hal.50
[10] Wina Sanjaya, Perencanaan,dan Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta:Kencana,2010), hal. 18
[11]Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran, (Bandung,: PT Remaja Rosda Karya,2012), Hal. 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Link ujian UAMNU 2022

 LINK UJIAN UAMNU 2022 BAHASA JAWA https://forms.gle/eoCh9WnBhXy7Bgzm7 LINK UJIAN UAMNU 2022 BAHASA JEPANG https://forms.gle/ckVdrr2QVFF8Bi1...